Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MATERI TENTANG SINTESIS FUNGSI BISNIS DAN INTERAKSI STAKEHOLDER - Belajar Santuyyy


 
Assalamu'alaikum wr.wb Guys

BELAJARSANTUYYY.COM - Selamat datang blog Belajar Santuyyy yang semoga setelah kalian yang berkunjung dari blog ini akan mendapatkan jodoh, ehhh maksudnya ilmu hehe. Baik langsung saja saya beritahu sedikit tentang blog Belajar Santuyyy blog ini adalah blog yang menyediakan berbagai Materi, Soal-soal dan juga makalah untuk para visitor, dan semisal kalian membutuhkan file PDF atau Wordnya kalian bisa Download secara gratis dan admin juga sudah rapikan jadi kalian tinggal pakai hehe. Baik disesi kali ini admin akan membagikan materi tentang Sintesisi Fungsi Bisnis dan Interaksi Stakeholder yang insyaallah materi ini dapat membantu kalian semua dalam memenuhi tugas harian, berikut materinya.

SINTESIS FUNGSI BISNIS DAN INTERAKSI STAKEHOLDER

A.      Penilaian Suatu Bisnis

Mengingat nilai suatu proyek ditentukan dengan mengestimasi present value perkiraan arus kasnya di masa mendatang. Sebuah perusahaan yang menilai suatu proyek akan bersedia berinvestasi jika present value dari arus kasnya di masa mendatang melebihi biaya perolehan yang diperlukan untuk berinvestasi pada proyek tersebut. Ketika para investor mempertimbangkan untuk berinvestasi di sebuah perusahaan, mereka dapat menggunakan logika yang sama. Nilai sebuah perusahaan adalah sama dengan present value arus kasnya di masa mendatang. Arus kas perusahaan di periode tertentu sama dengan arus kas masuknya, dikurangi arus kas keluar.

Kebanyakan arus kas masuk perusahaan dihasilkan dari penjualannya, sedangkan kabanyakan arus kas keluar biasanya diakibatkan oleh pengeluaran-pengeluaran atau pajaknya. Jika pembayaran yang diterima sebuah perusahaan
berasal dari penjualan menggunakannya untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran yang terjadi dengan uang tunai, biasanya arus kasnya mencerminkan keuntungannya (setelah pajak). Jadi nilai sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh
perkiraan keuntungannya di masa mendatang. Anus kas sebuah perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, namun biasanya keuntungan adalah motivasinya.

Sumber daya manusia adalah orang-orang yang ada dalam organisasi yang memberikan sumbangan pemikiran dan melakukan berbagai jenis pekerjaan dalam mencapai tujuan organisasi.

Menurut Yusuf Suit-Almasdi Sumber daya manusia adalah kekuatan daya fikir dan berkarya manusia yang masih tersimpan dalam dirinya yang perlu digali, dibina serta dikembangkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kesejahteraan hidup manusia. Dapat disimpulkan bahwa pengertian sumber daya manusia adalah semua potensi yang dimiliki oleh manusia yang dapat disumbangkan atau diberikan kepada masyarakat untuk menghasilkan barang atau jasa.

2.    Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia

          Dilihat dari susunan katanya Manajemen Sumber Daya Manusia terdiri atas dua kelompok kata, yakni Manajemen dan Sumber Daya Manusia. Manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengelola, menata, mengurus, mengatur atau mengendalikan, sehingga manajemen pada dasarnya dapat diterjemahkan menjadi pengelolaan, pengendalian, pengaturan, atau pengendalian.

Sedangkan sumber daya manusia (SDM) semula merupakan terjemahan dari kata “human resources”, ada juga para ahli yang menyamakan sumber daya manusia dengan “manpower” (tenaga kerja), bahkan sebagian orang menyamakan istilah sumber daya manusia dengan personel (personalia).

Dengan demikian, pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) tiada lain adalah semua kegiatan yang dilakukan mulai dari kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian sampai pengendalian semua nilai yang menjadi kekuatan manusia, untuk dimanfaatkan bagi kemaslahatan hidup manusia itu sendiri.

Untuk memperkaya wawasan dan pemahaman tentang pengertian manajemen sumber daya manusia, berikut penulis kemukakan beberapa pendapat para yang dikutip oleh Hasibuan :

 

1)   Edwin B. Flippo

Personel management is the planning, organizing, directing, and controlling of the procurement development, integration, maintenance and separation of human resources to the end that individual,organizational and sociated objektives are accomplished (Manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan dengan maksud terwujudnya tujuan perusahaan, individu, dan masyarakat).

2)   Dale Yoder

Personel management is the provision of leadership and direction of people in their working or employment relationship. (Manajemen personalia adalah penyediaan kepemimpinan dan pengarahan para karyawan dalam pekerjaan atau hubungan kerja mereka).

 

3)   Malayu SP Hasibuan

MSDM adalah ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membentuk terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.

 

4)   Henry Simamora

MSDM didefinisikan sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa dan pengelolalaan terhadap individu anggota organisasi atau sekelompok pekerja. MSDM juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja kompensasi karyawan dan hubungan perusahaan yang mulus.

 

B.     Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi merupakan sebuah program dalam rangka peningkatan kualitas diri karyawan. Pengembangan diartiakan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawabnya yang berbeda atau lebih didalam organisasi. Pengembangan berbijak pada fakta bahwa seorang karyawan akan membutuhkan pengetahuan. Keahlian dan kemampuan yang berkembang supaya bekerja dengan baik dalam suksesi posisis yang dijalani selama karirnya.

Persiapan karir jangka panjang dari seorang karyawan untuk serangkain posisi inilah yang dimaksudkan dengan pengembangan. Dengan demikian pengembangan lebih terfokus pada kebutuhan umum jangka panjang organisasi. Hasilnya bersifat tidak langsung dan hanya dapat diukur dalam jangka panjang.

Tujuan-tujuan MSDM terdiri dari empat tujuan, yaitu :

a.    Tujuan Organisasional

Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan. Departemen sumber daya manusia membantu para manajer dalam menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia Organisasional.

b.   Tujuan Fungsional

Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.

c.    Tujuan Sosial

Ditujukan untuk secara etis dan sosial merespon terhadap kebutuhankebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan meminimasi dampak negatif terhadap organisasi. Kegagalan organisasi dalam menggunakan sumber dayanya bagi keuntungan masyarakat dapat menyebabkan hambatan-hambatan.

d.   Tujuan Personal

Ditujukan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika parakaryawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi. Jika tujuan personal tidak dipertimbangkan, kinerja dan kepuasan karyawan dapat menurun dan karyawan dapat meninggalkan organisasi.

 

B.       Bagaimana Keputusan-Keputusan Bisnis Mempengaruhi Nilai Perusahaan

          Para manajer harus mengelola perusahaan dengan tujuan memaksimalkan nilainya. Tujuan ini merupakan minat terbesar dari para pemilik yang menginvestasikan dana mereka di perusahaan. Karena nilai sebuah perusahaan adalah present value dari arus kasnya maka manajer harus membuat keputusan-keputusan yang meningkatkan arus kas di masa mendatang ini. Kebanyakan keputusan-keputusan bisnis yang dimaksudkan untuk meningkatkan nilai perusahaan dapat diklasifikasikan dalam fungsi-fungsi manajemen, pemasaran. keuangan. Jika keputusan-keputusan dapat menghasilkan arus kas yang lebih tinggi, maka akan dapat mendorong nilai perusahaan.

          Manajemen merupakan arti di mana perusahaan menggunakan para karyawan dan sumber-sumber daya lain (seperti mesin-mesin). Beberapa keputusan kunci manajemen berfokus pada perencanaan strategis, penentuan struktur organisasi, penentuan proses produksi, dan bagaimana memotivasi karyawan.

1.    Perencanaan Strategis

Banyak keputusan didasarkan pada rencana strategis perusahaan, yang mengidentifikasi peluang dan arah bisnis perusahaan. Oleh karena itu, sebuah perusahaan yang memanfaatkan para karyawannya dan sumber-sumber daya lain akan tergantung pada peluang yang ada dan jenis proyek bisnis yang diimplementasikan perusahaan. perencanaan yang tepat dapat mengkapitalisasi berbagai peluang yang akan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi atau biaya-biaya produksi yang lebih rendah bagi perusahaan. Hasil juga dapat meningkatkan keuntungan, yang akan meningkatkan present value arus kas perusahaan di masa mendatang.

Sebuah perusahaan yang meyusun rencana strategis lebih efektif memiliki
potensi ebih banyak untuk mendorong nilainya. Pertimbangkanlah dua perusahaan komputer yang berhasil di AS selama awal tahun 1990-an, tetapi menyerahkan pangsa pasarnya kepada para pesaing baru pada tahun-tahun terakhir. Salah satu perusahaan ini tetap nenggunakan rencana strategis lama, yang hanya berusaha menyediakan satu jenis computer tertentu untuk pelanggan komputer di AS. Perusahaan lainnya memperbaiki encana strategisnya untuk mengubah produk yang ditawarkan dan mengubah geografis pasar yang dilayaninya. Perusahaan tersebut menawarkan suatu variasi komputer untuk nemenuhi berbagai kebutuhan pelanggan.

2.    Struktur Organisasi

Keputusan manajemen yang penting adalah struktur organisasi, yang mengidentifikasi leskripsi pekerjaan pada setiap posisi pekerjaan dan hubungan di antara posisi-posisi tersebut. Struktur organisasi menentukan bagaimana mengalokasikan sumber daya manusia pada berbagai tugas. Struktur organisasi

bukan merupakan keputusan sesaat, saat struktur organisasi diubah maka struktur penugasan juga harus diubah. Struktur organisasi yang diciptakan dengan tepat dapat menghasilkan biaya operasional yang lebih rendah.

Pada tahun-tahun terakhir, banyak perusahaan telah memperbaiki struktur organisasinya agar penggunaan sumber daya manusia lebih efisien. Khususnya, banyak perusahaan merampingkan jumlah tenaga kerja dan mendelegasikan lebih banyak tanggung jawab kepada karyawan yang posisi pekerjaannya tidak dihapuskan. Perampingan umumnya dimaksudkan untuk mencapai tingkat produksi yang sama, namun engan biaya yang lebih rendah. Akibatnya, perusahaan-perusahaan akan mampu mengurangi pengeluaran gaji, yang mendorong nilai perusahaan dan menghasilkan arus kas yang lebih tinggi.

3.    Proses Produksi

Sebuah perusahaan menciptakan proses produksi untuk membuat produk atau jasanya. Proses ini menentukan bagaimana sumber daya manusia digabungkan dengan sumber-sumber lain (seperti bangunan pabrik dan mesin-mesin) untuk membuat produksi atau jasanya.

4.    Keputusan Lokasi Pabrik

Adalah sebuah keputusan produksi yang penting dalam pemilihan lokasi pabrik. Keputusan ini akan menentukan biaya luas tanah. Keputusan ini juga menentukan biaya-biaya untuk mempekerjakan karyawan dan biaya pengiriman produk. Meskipun para manajer ingin menyeleksi suatu lokasi pabrik di lokasi yang biayanya rendah, namun mereka juga harus mempertimbangkan bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan. Jika produk-produk dapat dikirimkan dengan mudah, lokasi yang optimal akan didasarkan pada sebuah lokasi yang biaya-rendah karena produk dapat dikirimkan ke lokasi lain di mana permintaannya kuat.

Namun, beberapa lokasi yang memiliki harga tanah yang rendah tidak memiliki pasokan sumber daya yang memadai. Karena keputusan lokasi pabrik akan memberikan dampak yang besar pada biaya-biaya perusahaan dan mungkin pada pendapatannya, juga dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Sebuah lokasi pabrik yang sangat besar dapat mencapai volume
produksi yang tinggi, namun juga menyebabkan pengeluaran-pengeluaran yang tinggi. Lokasi pabrik bukan merupakan keputusan sesaat karena akan menilai Kembali bilamana perusahaan mengalami pertumbuhan yang tinggi atau berencana memproduksi produk baru.

5.    Keputusan Rancangan dan Tata Letak

Keputusan rancangan dan tata letak memiliki dampak yang signifikan terhadap biaya-biaya produksi. Rancangan mencerminkan ukuran dan struktur pabrik, sedangkan tata letak adalah cara mengatur mesin-mesin dan peralatannya di dalam pabrik. Pada tahun-tahun terakhir, banyak perusahaan mulai menggunakan pabrik yang fleksibel, di mana tata letak dapat disesuaikan dengan mudah untuk memenuhi perbaikan proses produksi. Idealnya, tata letak juga harus dapat disesuaikan dengan mudah untuk memenuhi perbaikan jenis produk yang dibuat. Dengan demikian, perusahaan dapat memperbaiki berbagai lini produknya, tanpa menimbulkan biaya-biaya kepindahan ke pabrik yang baru.

Satu strategi baru lain yang digunakan perusahaan adalah mengurangi luas tata letak ruang dalam menanggapi perampingan pekerjaan. Akibatnya, perusahaan- perusahaan ini tidak hanya mengurangi biaya-biaya gaji, tetapi juga pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan sewa atau kepemilikan ruang kerja. Strategi ini mengurangi pengeluaran-pengeluaran lebih lanjut, yang menghasilkan arus kas lebih banyak dan kemudian nilai perusahaan lebih tinggi.

6.    Keputusan Kualitas

Kualitas suatu produk yang dihasilkan perusahaan tergantung pada proses produksi yang digunakan dan komitmen karyawan terhadap kualitas produk. Semakin tinggi kualitas, semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan, dan akan mempengaruhi reputasi produk. Jadi, permintaan akan sebuah produk tergantung pada kualitasnya dan pada proses produksi yang digunakan. Dalam upaya meningkatkan jumlah penyerahan barang dan pengulangan pembelian, saat ini perusahaan harus mulai memberi perhatian lebih banyak pada kualitas dan kepuasan pelanggan.

Penekanan pada jaminan kualitas ke seluruh proses produksi, adalah berkenaan dengan manajemen kualitas total (TQM). Meskipun TQM digunakan dalam berbagai cara, namun biasanya melibatkan penentuan suatu tingkat kualitas yang diinginkan, menciptakan sebuah proses produksi yang dapat mencapai tingkat kualitas tersebut, dan mengendalikan tingkat kualitas setiap waktu. TQM dapat berhasil dengan baik jika para karyawan diizinkan membantu menciptakan proses produksi yang dimaksudkan untuk mencapai tingkat kualitas yang diinginkan. TQM juga dapat berhasil jika beberapa kelompok karyawan ditugaskan untuk mengawasi dan mengontrol kualitas.
Karena kualitas yang lebih tinggi dapat lebih meningkatkan kepuasan pelanggan, maka akan dapat menghasilkan penjualan yang lebih tinggi dan akhirnya arus kas yang lebih tinggi bagi perusahaan.

Setiap perusahaan menggunakan bauran pemasaran, yang merupakan kombinasi berbagai strategi produk, penentuan harga, distribusi, dan promosi yang digunakan untuk menjual produk dan jasa.

1.    Strategi Produk

Kesuksesan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh upaya perusahaan untuk menjual produk. Ketika sebuah perusahaan menentukan sebuah produk (lini produk) yang akan ditawarkan, maka harus diidentifikasi target pasarnya, sehingga perusahaan dapat menentukan profit pelanggan untuk menarik perhatian mereka. Saat waktu berlalu, perusahaan dapat mencoba memperbaiki produk yang ada sehingga mendiferensiasi produk mereka dari para pesaingnya. Untuk menciptakan strategi baru, mereka juga harus berinvestasi pada riset dan pengembangan. Secara umum, strategi untuk menciptakan atau mengembangkan produk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan, yang akan menghasilkan arus kas yang lebih tinggi dan oleh karenanya nilai perusahaan yang lebih tinggi

2.    Strategi Penentuan Harga

Pendapatan yang dihasilkan sebuah perusahaan berhubungan secara langsung dengan harga yang dibebankan pada produknya. Penentuan harga dapat dipengaruhi oleh biaya-biaya produksi dan harga para pesaing. Harga sebuah produk yang terlalu tinggi akan membatasi kuantitas permintaan konsumen, namun harga yang terlalu rendah tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup. Penentuan harga yang tepat dapat meningkatkan arus kas di masa mendatang (pendapatan yang lebih tinggi) dan kemudian dapat meningkatkan nilai perusahaan.

3.    Strategi Distribusi

Saluran distribusi menentukan alur sebuah produk dari produsen kepada konsumen. Saluran distribusi tersebut juga mementukan perbedaan lokasi di mana produk tersedia. Strategi distribusi perusahaan akan mempengaruhi biaya-biaya pengiriman sebuah produk dari titik produksi kepada konsumen. Oleh karena itu, strategi distibusi dapat mendorong arus kas perusahaan di masa mendatang.

4.    Strategi Promosi

Perusahaan menggunakan strategi promosi untuk meningkatkan penerimaan berbagai produk melalui transaksi khusus, iklan, dan publisitas. Mereka umumnya menggunakan promosi untuk melengkapi strategi produk -produk mereka, strategi penentuan harga, dan strategi distribusi. Perusahaan melakukan promosi untuk memperkenalkan produkproduk baru kepada pelanggan potensial. Terlebih, banyak produk-produk populer dipromosikan untuk melindungi kesan mereka dan mempertahankan pangsa pasar. Strategi promosi yang efektif akan mendorong arus kas (dengan meningkatkan pendapatan) dan selanjutnya meningkatkan nilai perusahaan.

Fungsi keuangan menentukan bagaimana perusahaan memperoleh dan
menginvestasikan dana, akan dirangkum lebih lanjut.

1.    Strategi Pendanaan

Berbagai perusahaan menggunakan strategi pendanaan untuk memperoleh jumlah dan jenis pendanaan yang diinginkan. Mereka dapat meminjam dari berbagai lembaga keuangan, seperti bank komersial, perusahaan keuangan, ataupun Lembaga tabungan. Alternatifnya, jika mereka reputasi nasional dan memerlukan dana dalam jumlah besar, mereka dapat menerbitkan obligasi.

Jika perusahaan memilih untuk memperoleh pendanaan ekuitas dan bukan pendanaan utang, mereka dapat berusaha memperoleh dana dari sebuah perusahaan modal ventura. Alternatifnya, jika memerlukan sejumlah dana yng besar, mereka dapat menerbitkan saham. Strategi pendanaan yang tepat akan membuat perusahaan mampu memperoleh dana dengan harga yang rendah dan selanjutnya akan meningkatkan nilai perusahaan.

2.    Strategi Investasi Bisnis

Perusahaan menggunakan strategi investasi untuk mengalokasikan dana mereka ke seluruh operasi bisnis. Mereka menggunakan penganggaran modal untuk menentukan apakah proyek potensial layak dan dapat dilaksanakan. Agar sebuah proyek layak dilaksanakan, present value arus kasnya di masa mendatang harus melebihi biaya perolehannya. Tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskon arus kas di masa mendatang didasarkan pada biaya pendanaan yang digunakan untuk mendukung proyek sebuah perusahaan. Jika perusahaan dapat memperoleh dana dari proyek dengan harga yang relatif rendah, maka proyek tersebut memiliki peluang yang lebih baik untuk dipertimbangkan sebagai proyek yang layak.

F.       Hubungan Antara Strategi-Strategi Bisnis

Meskipun keputusan-keputusan menajemen, pemasaran, dan keuangan sangat berbeda, namun saling berhubungan. Sehingga, keputusan-keputusan manajemen dapat ditentukan hanya setelah mempertimbangkan informasi pasar, dan keputusan - keputusan pemasaran dapat ditentukan hanya setelah mempertimbangkan informasi manajemen. Keputusan-keputusan keuangan akan sangat tergantung pada keputusan-keputusan manajemen dan pemasaran.

1.    Hubungan Antara Struktur Organisasi dsn Produksi

Untuk memberikan ilustrasi bagaimana hubungan antara keputusan-keputusan manajemen, pemasaran, dan keuangan, pertimbangkan sebuah perusahaan yang memproduksi meja kantor dan mendistribusikannya ke berbagai toko pengecer mebel perkantoran. Sebagian struktur organisasi perusahaan tersebut bergantung pada bauran produk (sebuah keputusan pasar).

Jika diversifikasi lini produk perusahaan adalah termasuk lampu perkantoran, file cabinet, dan rak buku, maka struktur organisasinya
harus menspesifikasikan siapa yang bertanggung jawab memproduksi dan mengelola produk-produk tambahan tersebut. Lokasi pabrik yang dipilih harus cukup luas, dan rancangan dan tata letak ruang perusahaan harus cukup fleksibel, agar memungkinkan produksi produk-produk tambahan tersebut.

2.    Hubungan Antara Strategi Penentuan Harga dan Strategi Produksi

Keputusan-keputusan lokasi pabrik, rancangan, dan tata letak sebuah perusahaan juga dipengaruhi penentuan harga mebel perkantoran (keputusan pemasaran lain). Jika strategi penentuan harga adalah memberi harga yang tinggi, maka volume penjualan akan lebih rendah. Lokasi pabrik, rancangan, dan tata letak perusahaan harus memungkinkan ruang kerja yang cukup (tidak berlebihan) untuk mencapai tingkat produksi yang relatif rendah dalam memenuhi perkiraan volume penjualan.

Jika perusahaan memberi harga yang lebih bersaing pada mebel perkantoran tersebut. maka perusahaan harus mengantisipasi jumlah penjualan yang lebih besar. Pada kasus ini, perusahaan akan menggunakan lokasi pabrik, rancangan, dan tata letaknya untuk dapat mencapai tingkat volume produksi yang lebih besar. Kebanyakan perusahaan menentukan jenis target pasar yang ingin mereka capai dan mengimplementasikan sebuah strategi penentuan harga sebelum memutuskan lokasi pabrik, rancangan, dan tata letaknya. Oleh karena itu, strategi penentuan harga mendikte tingkat produksi yang diperlukan, yang mempengaruhi lokasi pabrik, rancangan, dan tata letak perusahaan.

3.    Hubungan Antara Strategi Penentuan Harga dan Strategi Distribusi

Strategi penentuan harga sebuah perusahaan juga mempengaruhi strategi distribusi. Jika strategi penentuan harga dimaksudkan untuk berfokus hanya kepada pelanggan yang kaya, maka mebel perkantoran harus didistribusikan secara eksklusif di kalangan atas. Namun, jika harga ditentukan lebih rendah untuk menarik berbagai variasi pelanggan yang lebih luas, maka mebel akan didistribusikan kepada banyak toko agar cakupannya lebih luas. Sama halnya dengan penentuan harga yang mempengaruhi distribusi, maka distribusi juga dapat mempengaruhi penentuan harga. Ketika perusahaan mulai menawarkan produk-produknya langsung kepada pelanggan melalui Internet di samping toko pengecer, maka perusahaan akan mampu menurunkan harga yang ditetapkan karena dapat menghindar dari berbagai perantaraan.

4.    Hubungan Antara Strategi Penentuan Harga dan Strategi Promosi

Strategi promosi sebuah perusahaan juga akan dipengaruhi oleh strategi penentuan harga. Jika strategi penentuan harga dimaksudkan untuk berfokus hanya pada pelanggan yang kaya, maka promosi akan ditargetkan secara eksklusif terhadap pelanggan tersebut. Namun jika harga ditentukan lebih rendah untuk menarik perhatian berbagai variasi pelanggan yang lebih luas, promosi akan ditargetkan untuk dapat mencakup kelompok pelanggan potensial yang lebih luas. Jumlah pengeluaran promosi akan dipengaruhi oleh volume penjualan perusahaan dan selanjutnya oleh tingkat produksi.

Akibatnya, keputusan-keputusan lokasi pabrik, rancangan, dan tata letak harus mempertimbangkan jumlah rencana produksi perusahaan.

5.    Hubungan antara Strategi Penentuan Harga dan Strategi Pendanaan

Keputusan-keputusan pendanaan perusahaan akan sangat tergantung pada strategi penentuan harga. Jika perusahaan menggunakan suatu strategi penentuan harga yang akan menghasilkan tingkat penjualan yang relatif rendah (yang selanjutnya tingkat produksi yang lebih rendah), maka perusahaan hanya akan memerlukan jumlah dana yang rendah untuk mendukung tingkat produksi tersebut. Namun, jika perusahaan menggunaka strategi penentuan harga yang akan menghasilkan tingkat penjualan yang tinggi (yang selanjutnya tingkat produksi yang tinggi), maka perusahaan memerlukan jumlah dana yang cukup besar untuk mendukung tingkat produksi. Jika perusahaan memerlukan juml dana yang relatif rendah, maka dapat memutuskan untuk meminjam dari sebuah ba komersial. Jika perusahaan memerlukan jumlah dana yang besar, maka dapat menerbit obligasi. Perusahaan juga harus mempertimbangkan penggunaan beberapa pendana ekuitas jika jumlah dana yang diperlukan akan melebihi kapasitas utangnya.

G.      Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder)

Pada tahun 1984 terbit sebuah buku  karangan R. Edward Freeman yang berjudul ‘‘strategic Management: A Stakeholder Approach.’’ Buku Freeman tersebut dalam waktu relative singkat menarik perhatian para pemikir karena isinya dianggap menggoncangkan paradigma ‘‘managerial capitalism’’ ataupun madzab stategi bisnis yang bertujuan maksimalisasi stakeeholder value yang dominan saat itu (bahkan masih cukup kuat sampai hari ini). Managerial capitalism adalah sebuah paradigma mengenai penguasaan perusahaan-perusahaan kapitalistis oleh manager.

Managerial capitalsm didefinisikan sebagai perubahan pengelolaan (control) atas perusahaan kapitalis dari pemilik (di era Karl Marx) ke para manajemen eksekutif. Tentu saja undang-undang korporasi yang ruhnya dilahirkan pada era dimana para pemilik (kapitalis) sangat dominan perlu memberikan jaminan bahwa para manajer tersebut bekerja untuk para pemilik. Dalam konteks ini seolah-olah manajemen (dan pemilik) seolah-olah berada dalamsatu kubu menghadapi pihak-pihak lain.

Jelas sekali bahwa beberapa teori, seperti teori keagenan , ataupun beberapa ideologi, seperti kapitalisme dan sosialisme, sangat dipengaruhi oleh paradigma managerial capitalism tersebut. Hal itu terlihat jelas dari peran sentral pemilik (shareholders) dan manajemen dalam menjelaskan fenomena bisnis dan ekonomi di masyarakat. Hal ini berbeda dengan konsep dalam teori pemangku kepentingan (stakeholder) yang memandang bahwa kelangsungan perusahaan di dalam lingkungan bisnisnya tergantung pada berbagai pihak pemangku kepentingan yang tidak hanya terbatas pada pemilik dan manajemen, seperti misalnya pemerinah, karyawan, kreditur, dan konsumen. Institusi tercipta tidak hanya untuk memenuhi kepentingan sendiri melainkan memenuhi kebutuhan macam-macam pihak yang ada disekiarnya. Teori stakeholder paling tidak memiliki tiga pendekatan yang saling terkait: deskriptif, instrumental, dan normatif.

Pendekatan teori deskriptif tersebut menguraikan karakteristik dan perilaku organisasi. Misalnya dalam (Jawahar dan Mclaughlin, 2001), kedua peneliti menguraikan peran masing-masing stakeholder pada siklus tahapan bisnis yang berbeda. Pendekatan teori instrumental mencermati data empiris mengenai hubungan antara menejemen kelompok-kelompok kepentingan dengan pencapaian tujuan organisasi. Pendekatan instrumental biasanya bisa dinyatakan dalam kalimat “jika manajemen berperilaku maka akan berakibat” pendekatan normatif  membahas inti teori serta petunjuk moral etika yang menjadi pedoman manajemen dalam mengelola perusahaan.

Menurut pendekatan ini hungan antara manajemen dengan stakeholder dilandasi oleh komitmen moral (Berman et al. 1999). Klaim kelompok stakeholders tertentu dilandasi atas pandangan etika tertentu yang tidak selalu terkait dengan tata nilai instrumental stakeholders. Artinya, memenuhi klaim yang dilandasi pandangan etika ini tidak selalu menyebabkan tercapainya kepentingan strategis organisasi. Beberapa orang menganggap teori pemangku kepentingan bukan “teori” karena tidak memenuhi syarat sebagai teori, yaitu tidak terdiri dari proposisi yang bisa diuji. Mereka menganggap “teori pemangku kepentingan” sebagai kerangka (framework) dimana dari situ bisa ditarik berbagai pemikiran.

H.      Pengertian Stakeholder Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa arti Stakeholder, maka kita dapat merujuk beberapa pendapat para ahli berikut ini :

1.    Freeman

Menurut Freeman, pengertian Stakeholders adalah suatu kelompok masyarakat ataupun individu yang saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pencapaian tujuan tertentu dari organisasi.

2.    Biset

Menurut Biset, pengertian stakeholder adalah orang/ individu atau kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan atau perhatian pada permasalahan tertentu.

 

3.    Wibisono

Menurut Wibisono, pengertian stakeholder adalah seseorang maupun kelompok yang punya kepentingan secara langsung/ tidak langsung bisa mempengaruhi atau dipengaruhi atas aktivitas dan eksistensi perusahaan.

I.         Sejarah Ide “Stakeholder

          Stakeholders atau pemangku kepentingan adalah “semua pihak yang menjadi sasaran (alasan utama) pengembangan perusahaan” (all of the agents for whom the firm’s development and good health are of prime concern) (Mercier, 1999), Sementara itu (Freeman 1984) mengartikannya sebagai kelompok atau individu manapun yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh upaya organisasi dalam merealisasi  tujuannya (any group or individual that can affect or be affected by the realisation of a firm’s objectives). 

          Beberapa penulis mencoba membuat penggolongan lebih jauh, misalnya ‘‘pemangku kepentingan utama’’ (prime stakeholders atau disebut juga contractual stakeholder), yaitu pihak-pihak yang memiliki hubungan kontraktual  dengan organisasi (misalnya kreditur atau konsumen) dan pemangku kepentingan kedua (secondary stakeholders atau kadangkala juga disebut diffuse stakeholder), yaitu semua pihak yang mungkin dipengaruhi oleh tindakan organisasi walaupun dia tidak memiliki hubungan kontraktual dengan organisasi. Cara lain penggolongan stakeholder adalah dengan mengelompokkannya menjadi “internal stakeholder” yaitu, individu atau kelompok yang berada dalam struktur organisasi bisnis yang memiiki pengaruh terhadap tujuan perusahaan. (manajemen, karyawan, dan sebainya) dan “external stakeholder” yaitu, individu atau kelompok yang berada diluar struktur organisasi bisnis yang memiliki pengaruh baik langsung ataupun tidak langsung terhadap kebijakan dan proses bisnis (pemilik, pemerintah, kreditur, dan sebagainya).

          Berbeda dengan era sebelumnya, tanggung jawab bisnis telah berubah diera kompetisi global sekarang ini. Dari yang tadinya berparadigma stockholder sekarang berahli menjadi paradigma stakeholder. Dalam paradigma stockholder, orientasi manajemen selalu tertuju kepada pemegang saham. Alasannya adalah manajemen harus bertanggungjawab atas mandate yang telah diberikan untuk mengelolah perusahaan pemegang saham. Oleh karena itu dalam paradigma stockholder, pemegang saham adalah segala-segalanya bagi manajemen. Sedangkan dalam paradigma stakeholder, manajemen dihadapkan pada banyak pihak, atau bisa dikelompokkan menjadi dua yaitu stakeholder primer (pemegang saham, kreditor, pekerja, pemasok, penyalur, pelanggan, dan pesaing) dan stakeholder sekunder (pemerintah, masyarakat, aktivis social, pendukung bisnis, media massa dan pendapat umum).

Dengan peralihan paradigma stockholder menjadi stakeholder maka manajemen harus mematuhi prinsip-prinsip stakeholder, prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Pelanggan

Pelanggan merupakan pembeli dan pemakai produk perusahaan. Pelanggan adalah pihak yang sangat penting karena keberlangsungan perusahaan sangat bergantung padanya. Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan oleh perusahaan sebagai wujud tanggung jawab kepada pelanggan :

a)    Memberikan produk yang terbaik yang sesuai dengan tuntutan pelanggan.

b)   Berlaku adil terhadap pelanggan dalam semua transaksi.

c)    Menjamin keselamatan, kesehatan, dan kualitas lingkungan pelanggan dari produk dan jasa perusahaan.

d)   Menghormati pelanggan dalam memasarkan, menawarkan dan mengiklankan produk.

e)    Menghormati integritas budaya pelanggan.

2.    Pekerja

Kepada pekerja, perusahaan juga memiliki tanggung jawab yaitu :

a)    Memberikan imbalan dan pekerjaan yang dapat memperbaiki kondisi kehidupan mereka.

b)   Memberikan kondisi kerja yang melindungi kesehatan dan martabat pekerja.

c)    Bersikap jujur dan terbuka dalam berkomunikasi dan memberikan informasi.

d)   Mendengarkan saran, gagasan keluhan dan permintaan pekerja.

e)    Mengajak bermusyawarah bila terjadi konflik.

f)    Menghindari diskriminasi.

g)   Mengembangkan diversifikasi pekerjaan dalam bisnis agar pekerja dapat lebih bermanfaat

h)   Melindungi pekerja dari kecelakaan dan penyakit saat bekerja.

i)     Membantu pekerja dalam mengembangkan pengetahuan serta keterampilan yang selaras dan dapat dialihkan.

j)     Peduli terhadap masalah pengangguran dalam membuat keputusan bisnis.

3.    Pemegang Saham

Sebagai penghormatan atas kepercayaan, manajemen bertanggung jawab kepada pemegang saham, yaitu :

a)    Menerapkan manajemen yang professional serta tekun dalam bekerja guna mendapatkan keuntungan yang wajar serta kompetitif.

b)   Memberikan informasi yang sebenarnya kepada investor mengenai segala hal.

c)    Melindungi, menghemat, dan menumbuhkan aset investor.

d)   Menghormati permintaan, keluhan, saran, serta solusi dari investor.

4.    Pemasok

Hubungan manajemen dengan pemasok dan subkontraktor harus dilandasi dengan saling menghormati. Dan perusahaan mempunyai tanggung jawab :

a)    Menerapkan prinsip kejujuran dan keadilan dalam setiap aktivitas dengan pemasok.

b)   Menjamin semua aktivitas terbebas dari bentuk pemaksaan dan proses yuridis yang tidak perlu.

c)    Menciptakan stabilitas hubungan jangka Panjang dengan pemasok dalam bentuk terjaganya kualitas, kontinuitas, bahan baku, dan keuntungan yang wajar.

d)   Berbagi informasi dan melibatkan pemasok dalam rencana perusahaan.

e)    Membayar tepat waktu sesuai dengan kesepakatan.

f)    Mencari, pengutamakan dan mendukung pemasok dan subkontraktor yang menghormati martabak manusia.

5.    Pesaing

Setiap perusahaan harus selalu menghormati persaingan dan mempunyai tanggung jawab untuk hal-hal :

a)    Mengembangkan pasar terbuka untuk perdagangan serta investasi.

b)   Menciptakan perilaku persaingan yang menguntungkan secara lingkungan dan social.

c)    Saling menghormati antar pesaing.

d)   Menghindari pemberian gaji atau hadia yang tidak masuk akal untuk menjamin keuntungan yang kompetitif.

e)    Menghormati hak milik intelektual dan produk.

f)    Tidak mencuri gagasan entah itu penciptaan produk maupun inovasi.

6.    Masyarakat

Perusahaan memiliki tanggung jawab kepada masyarakat, oleh karena itu bisnis yang dijalankan harus memperhatikan :

a)    Menghormati hak asasi manusia dan lembaga-lembaga demokrasi.

b)   Mengakui kewajiban sah pemerintah kepada masyarakat dan mendukung kebijakan serta pelaksanaan public yang bertujuan mengembangkan manusia melalui hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat.

c)    Mengembangkan dan merangsang pembangunan berkelanjutan serta berperan dalam memelihara lingkungan dan konservasi sumber daya.

d)   Mendukung keamanan, perdamaian, keanekaragaman dan keutuhan social.

e)    Menghormati keutuhan budaya local.

f)    Menajdi warga perusahaan yang baik dengan memberikan sumbangan karitatif, kebudayaan, Pendidikan, serta partisipasi pekerja dalammasyarakat dan masalah sipil.

 

Perusahan berperan dalam memperbaiki kehidupan pelanggan, karyawan, dan pemegang saham dengan berbagai kesejahteraan kepada mereka. Pemasok dan pesaing juga mengharapkan agar perusahaan menghormati kewajibannya dalam semnagat kejujuran dan keadilan. Dan kepada masyarakat dima perusahaan berlokasi, perusahaan mempunyai tanggung jawab dalam membentuk masa depan masyarakat tersebut.

 

Secara umum, Stakeholder dapat dikelompokkan berdasarkan kekuatan, posisi, dan pengaruhnya. Adapun klasifikasi stakeholder adalah sebagai berikut:

1.    Stakeholder Utama (Primer)

Stakeholder primer ini berhubungan langsung dengan pembuatan kebijakan, program, dan proyek. Mereka merupakan penentu utama dalam kegiatan pengambilan keputusan.

2.    Stakeholder Pendukung (Sekunder)

Stakeholder sekunder adalah pihak yang tidak berkaitan langsung terhadap suatu kebijakan, program, dan proyek. Namun stakeholder sekunder punya keprihatinan dan kepedulian sehingga ikut menyuarakan pendapat yang bisa mempengaruhi sikap stakeholder utama dan keputusan legal pemerintah.

3.    Stakeholder Kunci

Stakeholder kunci adalah unsur eksekutif berdasarkan levelnya (legislatif dan instansi) yang punya wewenang secara legal untuk mengambil keputusan. Contohnya, stakeholder kunci suatu proyek di daerah kabupaten:

a)    Pemerintah Kabupaten

b)   DPR Kabupaten

c)    Dinas yang membawahi langsung proyek yang bersangkutan

 

1.    Stakeholder Internal

Berikut ini terdapat beberapa Stakeholders Internal, terdiri atas:

a)   Stakeholder Pada Sektor Publik

Stakeholder internal pada sektor publik antara lain adalah :

1)      Lembaga Negara (kabinet, MPR, DPR, dan sebagainya)

Lembaga Negara adalah lembaga pemerintahan atau “Civilizated Organization” di mana lembaga tersebut dibuat oleh negara, dari negara, dan untuk negara di mana bertujuan untuk membangun negara itu sendiri. Lembaga negara terbagi dalam beberapa macam dan mempunyai tugas masing-masing antara lain. Tugas umum lembaga negara antara lain :

·      Menciptakan suatu lingkungan yang kondusif, aman, dan harmonis.

·      Menjadi badan penghubung antara negara dan rakyatnya.

·      Menjadi sumber insipirator dan aspirator rakyat.

2)      Kelompok Politik (partai politik)

Secara umum partai politik adalah suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Adapun tujuan dibentuknya sebuah partai adalah untuk memperoleh kekuasaan politik, dan merebut kedudukan politik dengan cara (yang biasanya) konstitusional yang mana kekuasaan itu partai politik dapat melaksanakan program-program serta kebijakan-kebijakan mereka.

3)        Manajer Publik (Gubernur BUMN, BUMD)

Manajer publik ialah orang yang menjalankan fungsi manajemen publik. Orang tersebut mengatur serta mengkoordinasikan kegiatan dan aspek lainnya, agar tercapai kesesuaian. Maka seorang manajer dituntut mengerjakan segala hal secara benar agar dihasilkan efisiensi dalam organisasi.

4)        Pegawai Pemerintah.

Pegawai negeri adalah pegawai yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b)   Stakeholder Pada Sektor Swasta

Karena stakeholders internal mudah dikendalikan dan biasanya lebih diserahkan kepada bagian kepegawaian atau dirangkap langsung oleh eksekutif puncak. Unsur-unsur stakeholders internal adalah sebagai berikut :

1)   Pemegang Saham

Pemegang saham atau pemilik perusahaan mempunyai kekuasaan yang besar karena mudanya usia perusahaan dan seluruh karyawan mengidentikkan pemilik sebagai pemimpin spiritual perusahaan. Selama pemilik itu adalah pendiri hal ini akan berubah bila perusahaan telah go public dan tidak ada lagi konsentrasi kepemilikan saham pada pihak tertentu.

2)   Manajer dan Top Executives

Manajer perusahaan berada dibawah kendali pemilik, hanya dengan kapasitas memadailah seorang manajer dapat tampil otonom dalam mengelola perusahaan. Manager professional membutuhkan mitra yang mempunyai kapasitas manajerial dan wawasan intelektual.

Kasus berpindahnya secara bergerombol (enblock),redaksi senior media massa yang mapan dalam kurun waktu 1985-1990 ke media baru terjadi karena adanya daya tarik dari investor baru yang ingin cepat menguasai teknologi penerbitan dan bayangan hidup lebih baik bagi para wartawan nuda.

Solidaritas pers akan rusak dan persaingan dapat saling mematikan. Tugas Public Relation adalah memantau gejala-gejala ini dan member masukan dan rekomendasi kepada perusahaan agar perusahaan tersebut tidak menimbulkan dampak bagi:

·      Merosotnya moral kerja karyawan

·      Hilangnya kepercayaan konsumen

·      Turut campurnya phak ketiga untuk mengambil alih perusahaan (takeover)/memasukkan orang baru (intervensi)

·      Merosotnya reputasi eksekutif puncak perusahaan.(perusahaan yang melepas saham menimbulkan turunya harga saham).

3)   Karyawan

Karyawan adalah orang-orang dalam perusahaan yang tidak memegang jabatan struktural. Public Relation perlu menangani karyawan karena Pertama, karyawan adalah orang yang paling banyak jumlahnya dalam perusahaan, secara struktural mereka lemah. Kedua, karena tingkat pendidikannya rendah, karyawan mudah disulut isu. Ketiga, karyawan adalah ujung tombak perusahaan jasa. Keempat, karyawan merupakan sumber suara potensial dalam pemilihan umum. Kelima, pers umumnya bersimpati kepada karyawan yang dilanggar hak-haknya oleh manajemen.

Public Relation umumnya menggunakan MBWA (Managing by Walking Aroun) untuk memperoleh simpati kayawan. Tugas Public Relation adalah menciptakan iklim baik agar karyawan dapat bekerja tenang dan aman. Rasa tidak aman akan mengakibatkan mereka mencari perlindungan dari pihak-pihak diluar perusahaan, turut campurnya pihak luar menunjukkan perusahaan sudah kehilangan kepercayaan dari karyawannya.

4)   Keluarga Karyawan

Tugas Public Relation adalah menimbulkan pemahaman para anggota keluarga tentang keadaan pekerjaan anggota keluarganya sehingga mereka dapat menyesuaikan perilakunya. Public Relation juga perlu mendapatkan kepercayaan dari anggota keluarga karyawannya atas produk-produk yang dihasilkan perusahaan, sebelum perusahaan memperoleh kepercayaan diri dari konsumen raihlah kepercayaan dari keluarga karyawan yang turut memproduksi barang itu.

2.    Stakeholder Eksternal

Berikut ini terdapat beberapa Stakeholders Eksternal, terdiri atas:

a)   Stakeholder Pada Sektor Publik

Pada Sektor Publik Stakeholder eksternal antara lain :

1)   Masyarakat pengguna jasa public

Sesungguhnya yang menjadi produk dari organisasi pemerintahan adalah pelayanan masyarakat (publik service). Pelayanan tersebut diberikan untuk memenuhi hak masyarakat, baik itu merupakan layanan civil maupun layanan publik. Artinya kegiatan pelayanan pada dasarnya menyangkut pemenuhan suatu hak. Ia melekat pada setiap orang, baik secara pribadi maupun berkelompok (organisasi), dan dilakukan secara universal.

2)   Masyarakat pembayar pajak

Pajak ialah iuran wajib kepada negara berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapat prestasi (balas jasa) kembali secara langsung, manfaat atau guna pajak yaitu untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum sehubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan dan kesejahteraan rakyat.

Pajak dibagi dalam dua macam yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung, disamping itu wajib pajak pun mempunyai kewajiban dan hak-hak sebagai seorang wajib pajak. Hukum pajak ialah hukum yang mengatur hubungan antara pemerintah dan wajib pajak.

b)   Stakeholder Pada Sektor Swasta

Stakeholders eksternal adalah Unsur-unsur yang ada di luar kendali perusahaan (uncontrollable). Konsumen adalah raja yang mempunyai hak untuk memilih barangnya sendiri. Pemerintah adalah penentu kebijakan. Penyalur menguasai jaringan distribusi dan Pemasok akan mudah berpindah bila tidak memuaskan,semakin kuat pengaruh pers semakin besar kemungkinan mereka menjaga jarak dari pengaruh bisnis.

Unsur dalam lingkungan eksternal dapat dilihat dua hal pertama, kompleksitas lingkungan di ukur dari banyaknya pihak luar perusahaan yang mendapat perhatian perusahaan karena pengaruhnya. Kedua, stabilitas lingkungan diukur dari perubahan yang ditimbulkan.

Dalam lingkungan stabil, perusahaan cenderung didesain mekanitiks, mengandalkan peraturan, prosedur, dan lebih birokratis. Tanggung jawab seorang praktisi Public Relation banyak atau sedikitnya departemen disediakan tergantung jumlah aktor dalam lingkungan yang perlu diperhatikan (kompleksitas). Semakin banyak kctor yang berpengaruh, semakin banyak departemen yang harus didesain untuk melakukan deal dengan masing-masing unsur tersebut. Demikian sebaliknya. Stakeholder eksternal pada sektor swasta terdiri dari bank, serikat buruh, pemerintah, pemasok, distributor, pelanggan, masyarakat, serikat dagang dan pasar modal.



 

Sekian materi dari saya, semoga bermanfaat dan jangan lupa tingalkan jejak dengan cara COMENT agar kedepannya blog ini lebih memberi manfaat bagi para pembacanya. Terimakasih.


Widyi Prasetyo Nugroho
Widyi Prasetyo Nugroho Widyi Prasetyo Nugroho (Jepara, 27 Juli 2001)

Posting Komentar untuk "MATERI TENTANG SINTESIS FUNGSI BISNIS DAN INTERAKSI STAKEHOLDER - Belajar Santuyyy"